This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Quotes Picture!



Kata-kata yang tertulis disini, begitu mengalir saja. Tidak ada kata copas disini. Ini adalah karya saya sendiri, Semoga bermanfaat!



 

Terkadang kita harus mengikuti kata hati kita sendiri. Kata hati tidak akan pernah salah dan tidak akan menjerumuskan yang punya hati ke hal yang tidak baik. Kita sering terbawa nafsu sehingga, kita tidak ingin menuruti apa kata hati kita katakan. Cobalah untuk mengikuti kata HATI untuk melangkahkan kaki ke depan.




Langkah kaki ini yang terus melangkah ke depan dimana kamu berada dan langkah kaki ini yang akan membawa aku menuju kepadamu. Langkah kaki ini tidak akan pergi ke haulan lain jika engkau tetap stay disana menunggu langkah kaki ini berhenti di hadapanmu.



Kesendirian itu tak mengharuskan kita untuk selalu sendiri diam merenung tanpa ada kejelasan yang pasti. Sendiri dengan diam bukan berarti kita lemah, melainkan kita harus kuat menghadapi cobaan yang turut datang silih berganti





Quotes Daily!


Sunday, 30 October 2016


"Terkadang sesuatu yang kita harapkan belum tentu    terjadi. Sesuatu hal itu yang bisa saja membuat kita  akan nge-down melihat real life pada diri kita."
 -EF
                                                                     



Kamis, 27 Oktober 2016

SHORT STORY

This is my short story. This includes the imagination that is in my brain. 
Happy reading guys, hopefully entertained. 


LOVED
PoV Abyan
Perkenalkan nama gue Abyan Pratama cowok ganteng, famous, dan jenius. Ets, satu lagi gue masih ngejomblo nih. Siapa yang mau jadi pacar gue? Silahkan daftar dibawah ini. Lah, kenapa jadi promosikan diri gue. Tapi, gue tidak sombong dengan apa yang gue miliki.

Gue memiliki sahabat dari kecil. Dia cantik, manja, selalu ceria, dan ngeselin. Tapi, gue sayang sama dia. Dia juga masih jomblo loh. Nama nya Reynara Andira.

"Woy, ngelamunin apa lo? yang jorok-jorok ya." gue langsung menelonyor kepala Rey.
"Lo yang jorok! Jijik gue dekat-dekat sama lo. Hush... Hush sana." gue berala Syahrini.
"Kantin yuk, gue lapar," ucap Reynara.
"Ayok!" gue merangkul Reynara menuju kantin.
***
PoV Reynara
Kenapa setiap gue berada di dekat Abyan. Jantung gue mendadak tidak normal, apalagi jika mata kami bertemu. 


Apa gue suka sama sahabat gue sendiri?

"Gue ini kenapa?!"teriak gue.
"Woy, ini rumah kali. Lo kenapa?" Abyan mengagetkan gue. 
"Jalan yuk? Gue boring nih,"ucap Abyan
"Gue ganti baju dulu." gue menautkan kening kenapa Abyan belum keluar juga dari kamar gue.
"Woy, lo ngapain masih berdiri di sini?! Gue mau ganti baju."
"Mau ngeliatin lo ganti baju lah." gue melototkan mata.
"Gila lo!" gue mendorong Abyan keluar dari kamar.

Setelah mengganti baju. Gue segera turun ke bawah untuk menemui Abyan.
"Ayok!" gue menarik lengan Abyan menuju mobil.

***
Malam ini Abyan dan Reynara mengujungi pasar malam.

"Kita mau ke mana dulu nih?"tanya Abyan yang kebingungan.
"Hm...." Reynara melihat ke sekitar area permainan.
"Lempar gelang yuk?!" Abyan mengangguk sembari tersenyum. 

Mereka berdua segera menuju standpermainan tersebut.

"Biar gue aja yang main," ucap Abyan.
"Emang lo bisa? Biasanya kan gue yang main ini." Reynara sembari mengejek Abyan.
"Ye kan biasanya. Gimana kita taruhan aja? Kalau gue menang lo harus ngikutin apa yang gue mau. Kalau gue kalah, gue ngikutin apa kata lo," ucap Abyan. Abyan segera memulai permainan.

Lemparan pertama gagal.
Lemparan kedua gagal.

"Udahlah Yan. Biar gue aja napa."
"Bacot lo!" Abyan masih dengan seriusnya melempar gelang.
Dan... Hup!

"YEAHHH... MASUK!" Abyan kegirangan sambil memeletkan lidahnya ke Reynara. Reynara hanya mencebikkan bibirnya.
"Nih mas,mbak hadiahnya," ucap mbak-mbak yang menjaga stand sambil memberi boneka besar.
"Nih, buat lo."
"Loh kok ngasih gue? Kan lo yang main tadi bukan gue."
"Gak mungkin kan buat gue. Masa? Cowok ganteng kayak gini mainnya boneka. Gak banget kan dan lo juga tau gue enggak punya saudara perempuan." Reynara mengambil boneka ditangan Abyan.
"Btw, perjanjian tetap perjanjian ya Reynara sayang. Lo harus ngikutin apa yang gue mau." Abyan melirik Reynara penuh kemenangan.

Deg!
Tadi barusan Abyan bilang 'sayang' OMG gue enggak mimpi kan? batin Reynara


"Woy, enggak usah mikir deh lo. Kayak punya otak aja haha." Reynara menatap Abyan tajam.
Abyan segera menarik Reynara menuju Bianglala. Reynara terkejut, Abyan mengajaknya menaiki Bianglala.
"Yan?"
"Ya, why Rey?"
"Lo enggak lupa kan. Kalau gue takut ketinggian?" tanya Reynara dengan keringat dinginnya.
"Enggak, malahan gue ingat terus kalau lo takut ketinggian."
"Terus..."
"Terus apa? Lo mau bilang kalau lo enggak mau naik iya?" Reynara memasang puppy face-nya ke Abyan.
"Lo harus naik. Kalau lo takut, gue selalu disamping lo kok. Ayok naik!" Abyan segera menarik tangan Reynara.
"Yan, gue takut." Reynara menyenderkan kepalanya di dada bidang Abyan.
"Udah gak usah takut. Coba deh lo buka mata. Jakarta indah jika dilihat dari atas Rey," ucap Abyan "seindah lo Rey," lanjut di dalam hati Abyan.
Bianglala telah berhenti. Mereka berdua segera turun. Tapi, Reynara masih diam dengan keringat dinginnya dikarenakan ketakutan terhadapa ketinggian.
"Rey? Duduk dulu yuk." Abyan membawa Reynara ke salah satu bangku dekat Bianglala dan memberikan minum.
"Gue minta maaf. Gue salah, gue udah tau lo takut ketinggian. Tapi, gue masih nekat ngajak lo naik Bianglala. Gue minta maaf Rey," ucap Abyan penuh penyesalan. Dia tersiksa melihat perempuan yang dia sayangi hanya diam, dia lebih senang melihat perempuannya ini cerewet daripada diam.

Akhirnya mereka berdua pulang. Di perjalanan, Reynara tidak mengeluarkan satupun kata. Dia hanya menatap ke luar jendela. Abyan frustasi melihat Reynara yang hanya diam tanpa mengeluarkan satu katapun.
Sesampainya di rumah Reynara. Reynara segera keluar dari mobil tanpa mengeluarkan satu katapun.

Abyan segera menyusul Reynara yang sudah berjalan memasuki halaman rumahnya. Abyan memeluk Reynara dari belakang. "Rey, gue minta maaf. Gue enggak bisa hidup tanpa lo. Gue enggak mau lo diam seperti ini. Gue sayang sama lo Rey," ucap Abyan membuat Reynara kaget dengan ucapan Abyan barusan.

Reynara membalikkan badannya menghadap Abyan. Jarak mereka begitu dekat.
"Lo tadi barusan bilang apa?" tanya Reynara.
"Gue sayang sama lo. Gue cinta sama lo. Gue udah suka sama lo semenjak kita SMP. Gue enggak tau perasaan ini selalu ada disaat gue dekat sama lo Rey. Gue enggak bisa jauh dari lo. Gue enggak mau kehilangan lo. Gue berharap hubungan gue sama lo bukan sekedar sahabat tapi lebih dari sahabat. Lo mau gak jadi cewek gue? Gue tau lo pasti nolak. Gue tau, gue bukan cowok yang lo mau. Gue tau itu Rey," ucap Abyan. Reynara hanya tersenyum mendengar ucapan Abyan.

Reynara segera berhambur kepelukan Abyan. Abyan terkejut melihat Reynara yang tiba-tiba memeluknya.
"Gue juga sayang sama lo. Gue cinta sama lo. Gue juga suka sama lo. Gue mau kok jadi cewek lo." Abyan terkejut mendengar ucapan Reynara.
"Seriously? So, you wanna be my girlfriend?"tanya Abyan. Reynara mengangguk.
Abyan mempererat pelukan Reynara sambil mencium puncuk kepala Reynara. Reynara melonggarkan pelukannya.

"Gue tadi takut bener tau. Lo sih, udah tau gue takut tapi masih nekat ngajak naik," ucap Reynara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iyaiya maaf deh. Masuk gih, udah malam." Reynara mencium pipi Abyan sembari melangkahkan kakinya ke dalam rumah.

Abyan hanya tersenyum melihat tingkah manja perempuan kesayangannya.
"Cinta itu datang bukan berapa lamanya kita bersama. Tetapi, berapa lamanya kita setia menunggu cinta. Dan bagaimana caranya kita mengaplikasikan apa artinya CINTA."