This is my short story. This includes the imagination that is in my brain.
Happy reading guys, hopefully entertained.
LOVED
PoV Abyan
Perkenalkan nama gue Abyan Pratama cowok ganteng, famous, dan jenius. Ets, satu
lagi gue masih ngejomblo nih. Siapa yang mau jadi pacar gue? Silahkan daftar
dibawah ini. Lah, kenapa jadi promosikan diri gue. Tapi, gue tidak sombong dengan
apa yang gue miliki.
Gue memiliki sahabat dari kecil. Dia cantik, manja, selalu
ceria, dan ngeselin. Tapi, gue sayang sama dia. Dia juga masih jomblo loh. Nama
nya Reynara Andira.
"Woy, ngelamunin apa lo? yang jorok-jorok ya." gue
langsung menelonyor kepala Rey.
"Lo yang jorok! Jijik gue dekat-dekat sama lo. Hush...
Hush sana." gue berala Syahrini.
"Kantin yuk, gue lapar," ucap Reynara.
"Ayok!" gue merangkul Reynara menuju kantin.
***
PoV Reynara
Kenapa setiap gue berada di dekat Abyan. Jantung gue mendadak tidak normal,
apalagi jika mata kami bertemu.
Apa gue suka sama sahabat gue sendiri?
"Gue ini kenapa?!"teriak gue.
"Woy, ini rumah kali. Lo kenapa?" Abyan
mengagetkan gue.
"Jalan yuk? Gue boring nih,"ucap Abyan
"Gue ganti baju dulu." gue menautkan kening kenapa
Abyan belum keluar juga dari kamar gue.
"Woy, lo ngapain masih berdiri di sini?! Gue mau ganti
baju."
"Mau ngeliatin lo ganti baju lah." gue melototkan
mata.
"Gila lo!" gue mendorong Abyan keluar dari kamar.
Setelah mengganti baju. Gue segera turun ke bawah untuk
menemui Abyan.
"Ayok!" gue menarik lengan Abyan menuju mobil.
***
Malam ini Abyan dan Reynara mengujungi pasar malam.
"Kita mau ke mana dulu nih?"tanya Abyan yang
kebingungan.
"Hm...." Reynara melihat ke sekitar area
permainan.
"Lempar gelang yuk?!" Abyan mengangguk sembari
tersenyum.
Mereka berdua segera menuju standpermainan tersebut.
"Biar gue aja yang main," ucap Abyan.
"Emang lo bisa? Biasanya kan gue yang main ini."
Reynara sembari mengejek Abyan.
"Ye kan biasanya. Gimana kita taruhan aja? Kalau gue
menang lo harus ngikutin apa yang gue mau. Kalau gue kalah, gue ngikutin apa
kata lo," ucap Abyan. Abyan segera memulai permainan.
Lemparan pertama gagal.
Lemparan kedua gagal.
"Udahlah Yan. Biar gue aja napa."
"Bacot lo!" Abyan masih dengan seriusnya melempar
gelang.
Dan... Hup!
"YEAHHH... MASUK!" Abyan kegirangan sambil
memeletkan lidahnya ke Reynara. Reynara hanya mencebikkan bibirnya.
"Nih mas,mbak hadiahnya," ucap mbak-mbak yang menjaga stand sambil
memberi boneka besar.
"Nih, buat lo."
"Loh kok ngasih gue? Kan lo yang main tadi bukan
gue."
"Gak mungkin kan buat gue. Masa? Cowok ganteng kayak
gini mainnya boneka. Gak banget kan dan lo juga tau gue enggak punya saudara
perempuan." Reynara mengambil boneka ditangan Abyan.
"Btw, perjanjian tetap perjanjian ya Reynara sayang.
Lo harus ngikutin apa yang gue mau." Abyan melirik Reynara penuh
kemenangan.
Deg!
Tadi barusan Abyan bilang 'sayang' OMG gue enggak mimpi kan? batin
Reynara
"Woy, enggak usah mikir deh lo. Kayak punya otak aja
haha." Reynara menatap Abyan tajam.
Abyan segera menarik Reynara menuju Bianglala. Reynara
terkejut, Abyan mengajaknya menaiki Bianglala.
"Yan?"
"Ya, why Rey?"
"Lo enggak lupa kan. Kalau gue takut ketinggian?" tanya
Reynara dengan keringat dinginnya.
"Enggak, malahan gue ingat terus kalau lo takut
ketinggian."
"Terus..."
"Terus apa? Lo mau bilang kalau lo enggak mau naik
iya?" Reynara memasang puppy face-nya ke Abyan.
"Lo harus naik. Kalau lo takut, gue selalu disamping lo
kok. Ayok naik!" Abyan segera menarik tangan Reynara.
"Yan, gue takut." Reynara menyenderkan kepalanya
di dada bidang Abyan.
"Udah gak usah takut. Coba deh lo buka mata. Jakarta
indah jika dilihat dari atas Rey," ucap Abyan "seindah lo Rey,"
lanjut di dalam hati Abyan.
Bianglala telah berhenti. Mereka berdua segera turun. Tapi,
Reynara masih diam dengan keringat dinginnya dikarenakan ketakutan terhadapa
ketinggian.
"Rey? Duduk dulu yuk." Abyan membawa Reynara ke
salah satu bangku dekat Bianglala dan memberikan minum.
"Gue minta maaf. Gue salah, gue udah tau lo takut
ketinggian. Tapi, gue masih nekat ngajak lo naik Bianglala. Gue minta maaf
Rey," ucap Abyan penuh penyesalan. Dia tersiksa melihat perempuan yang dia
sayangi hanya diam, dia lebih senang melihat perempuannya ini cerewet daripada diam.
Akhirnya mereka berdua pulang. Di perjalanan, Reynara tidak
mengeluarkan satupun kata. Dia hanya menatap ke luar jendela. Abyan frustasi melihat
Reynara yang hanya diam tanpa mengeluarkan satu katapun.
Sesampainya di rumah Reynara. Reynara segera keluar dari
mobil tanpa mengeluarkan satu katapun.
Abyan segera menyusul Reynara yang sudah berjalan memasuki
halaman rumahnya. Abyan memeluk Reynara dari belakang. "Rey, gue minta
maaf. Gue enggak bisa hidup tanpa lo. Gue enggak mau lo diam seperti ini. Gue
sayang sama lo Rey," ucap Abyan membuat Reynara kaget dengan ucapan Abyan
barusan.
Reynara membalikkan badannya menghadap Abyan. Jarak mereka
begitu dekat.
"Lo tadi barusan bilang apa?" tanya Reynara.
"Gue sayang sama lo. Gue cinta sama lo. Gue udah suka
sama lo semenjak kita SMP. Gue enggak tau perasaan ini selalu ada disaat gue
dekat sama lo Rey. Gue enggak bisa jauh dari lo. Gue enggak mau kehilangan lo.
Gue berharap hubungan gue sama lo bukan sekedar sahabat tapi lebih dari sahabat.
Lo mau gak jadi cewek gue? Gue tau lo pasti nolak. Gue tau, gue bukan cowok
yang lo mau. Gue tau itu Rey," ucap Abyan. Reynara hanya tersenyum
mendengar ucapan Abyan.
Reynara segera berhambur kepelukan Abyan. Abyan terkejut
melihat Reynara yang tiba-tiba memeluknya.
"Gue juga sayang sama lo. Gue cinta sama lo. Gue juga
suka sama lo. Gue mau kok jadi cewek lo." Abyan terkejut mendengar ucapan
Reynara.
"Seriously? So, you wanna be my girlfriend?"tanya
Abyan. Reynara mengangguk.
Abyan mempererat pelukan Reynara sambil mencium puncuk
kepala Reynara. Reynara melonggarkan pelukannya.
"Gue tadi takut bener tau. Lo sih, udah tau gue takut
tapi masih nekat ngajak naik," ucap Reynara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iyaiya maaf deh. Masuk gih, udah malam." Reynara
mencium pipi Abyan sembari melangkahkan kakinya ke dalam rumah.
Abyan hanya tersenyum melihat tingkah manja perempuan
kesayangannya.
"Cinta itu datang bukan berapa lamanya kita bersama. Tetapi, berapa lamanya kita setia menunggu cinta. Dan bagaimana caranya kita mengaplikasikan apa artinya
CINTA."