This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 20 Februari 2015

BAHASA INDONESIA

RESENSI BUKU

MARI MENANAM JAMBU OLEH A. FAIZIN, S.Si
(Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bimbingan Ibu Fatmawati,M.Pd.)
Oleh  : Elsa Febrianti
    Kelas : IX.4
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 4 KOTA BENGKULU
Tahun Pelajaran 2014/2015

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb                              
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT.Yang telah memberikan kekuatan, rahmat, dan karunianya. Sehingga penulis dapat menulis resensi.
Resensi ini berisi Resensi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia bimbingan Ibu Fatmawati, M.Pd.
Penyusun resensi ini tidak akan selesai tanpa bantuan berbagai pihak. Oleh sebab itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 
1.    Ibu Fatmawati, M.Pd selaku guru pembibing mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah membimbing penulis selama menyelesaikan resensi ini.
2.  Kedua orang tua yang telah memberikan motivasi dan dorongan sehingga saya mampu menyelesaikan tugas ini. 
3.  Dan teman-teman seperjuangan sebagai inspirasi penulis.
penulis menyadari resensi buku ini masih jauh dari sempurna untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnan di masa mendatang.
Semoga resensi buku ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan khususnya bagi pembelajaran. Amin.

Penulis

ii

Daftar Isi

Halaman judul...............................................................................................................i
Kata pengantar.............................................................................................................ii
Daftar isi......................................................................................................................iii
Ulasan buku.................................................................................................................1
I.       Keadaan fisik.........................................................................................................1
II.      Isi buku..................................................................................................................1
III.    Segi Kebahasaan..................................................................................................2
IV.   Sistematika
1.  Mengenal Tanaman Jambu..............................................................................2
2.  Pembibitan........................................................................................................4
3.  Pemeliharaan dan Perawatan...........................................................................9
4.  Pengendalian Hama dan Penyakit....................................................................9
5.  Panen dan Pascapanen..................................................................................11
6.  Pemanfaatan Jambu Biji.................................................................................12
V.     Penilaian..............................................................................................................16
a.  Kelebihan......................................................................................................16
b.  Kekurangan...................................................................................................16
c.   Kesimpulan...................................................................................................16
 d. Saran-saran..................................................................................................17





iii

RESENSI BUKU
I. KEADAAN FISIK BUKU
1.  Judul Buku           : Mari Menanam Jambu
2.  Penyusun             : A. Faizin, S.Si
3.  Penerbit               : CV Satubuku Jakarta
4.  Tahun Terbit        : 2007
5.  Gambar Sampul  : buah jambu biji
6.  Tebal Buku          : 75 halaman
7.  Kertas                    : buku ini dicetak pada kertas yang kulitasnya cukup baik
II. ISI BUKU
     Buku yang berjudul “Mari Menanam Jambu” yang disusun oleh A.Faizin,S.Si ini berisi tentang cara pemeliharaan jambu yaitu penyiraman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit. Adapun cara pemeliharaan dan perawatan tanaman jambu biji yaitu penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.
Syarat-syarat tanaman jambu biji dapat tumbuh sebgai berikut.
1.    1. Tanah: Tumbuhan akan tumbuh subur di tanah yang banyak mengandung bahan organis.
2.   2.  Iklim: Iklim yang cocok pada tanaman Jambu Biji yang ada di indonesia.
3.   3.  Pengairan: Pengairan sangat menbantu Jambu Biji untuk mempertahankan mutu dan kualitas produkasinya.
4.   4.  Ketinggian tempat: Ketinggian tanah lebih dari 1.100 m di atas permukaan laut, tanaman jambu dapat tumbuh.
Tanaman jambu dapat dimanfaatkan menjadi beberapa hasil olahan, antara lain sari buah, jeli,sirop,selai,dan masih banyak lagi. Jambu ini bisa juga dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit, diantaranya sebagai berikut penyakit kulit,sariawan,demam berdarah,diabetes,biang keringat,diare, dan masih banyak lagi.
III. SEGI KEBAHASAAN
Buku ini disajikan dalam Bahasa Indonesia yang baik sehingga pembaca dapat memahami maksud penulis tersebut. Di buku ini tidak  terdapat istilah-istilah latin atau bahasa latin.
IV.SISTEMATIKA
Isi buku ini disusun tidak berdasarkan BAB, tetapi berdasarkan bagian 1-6. Adapun bagian-bagian tersebut:
1.    Mengenal Tanaman Jambu
Jambu biji berasal dari benua Amerika yang beriklim tropis, yaitu Amerika Serikat,  Bolivia, dan Peru. Tanaman ini banyak manfaatnya. Tanaman ini bermanfaat untuk obat dan aneka jenis minuman segar. Tinggi tanaman jambu sekitar 2,5-10 meter. Bentuk buah jambu dapat dibagi ke dalam dua golongan, yaitu berbentuk bulat dan lonjong. Kulit buah berwarna hijau saat muda dan kuning muda saat matang. Daging buah pada umumnya berwarna putih biasa, putih susu, merah muda, dan merah tua. Buah yang sudah masak dagingnya lunak dan mudah rusak serta membusuk.
Ada beberapa jenis jambu biji yang dikenal masyarakat,antara lain:
a.  1.   Jambu biji kecil
Jenis jambu ini cocok sebgai tanaman buah dalam pot karena penampilannya yang unik dan indah. Ciri-ciri jenis jambu ini antara lain ukuran daun kecil warna daun hijau tua dengan bentuk bundar panjang. Kulit buah berwarna hijau muda mnegilap dan dagingnya berwarna putih dengan jumlah biji banyak.

b.   2.  Jambu biji bangkok
Jambu biji ini berasal dari Bangkok, Thailand. Buahnya berukuran besar, daging buah tebal berwarna putih, dan bijinya sedikit. Tanaman jenis jambu bangkok berukurn pendek dan berbuah lebat.
a.    3. Jambu biji susu
Bentuk buah jambu biji susu bulat dan meruncing di bagian dekat tangkai buah. Daging buahnya berwarna putih seperti susu. Warna daunnya hijau tua dan mengandung banyak biji.

b.    4. Jambu biji merah getas
Jambu biji merah getas hasil persilangan antara jambu pasar minggu dengan jambu biji bangkok. Daging buahnya merah tebal, berasa manis, harum, dan segar. Buahnya memiliki ukuran yang cukup besar, yaitu 400 gram per buah. Jambu ini dapat meningkatkan trombosit darah bagi para penderita demam berdarah.

c.    5. Jambu biji pasar minggu
Jambu biji pasar minggu memilirki bobot buah sekitar 150-200 gram/buah. Bentuk buahnya agak lonjong. Kulit buahnya berwarna hijau kekuningan dengan permukaan yang halus.

d.    6. Jambu biji khemer
Jambu biji khemer memiliki bobot sekitar 350 gram/buah. Buahnya berbentuk bulat panjang dan melancip di bagian tangkainya. Daging bauh berwarna merah.

e.    7. Jambu biji australia
Daunnya berbentuk bundar memanjang sekitar 12-13cm dan lebar 6-7cm. Jambu biji australia memiliki ciri unik, yaitu batang, daun, dan buahnya berwarna merah tua.

f.     8. Jambu biji sukun
Jambu ini tidak memiliki biji. Buah berbentuk bundar bertekstur keras, padat, tebal, dan daging buah berwarna putih.a.    Jambu biji brasil
Memiliki ukuran buah yang kecil dan berwarna kemerahan. Daunnya berbentuk kipas, berwarna hijau mengkilap, dan letaknya saling berhadapan. Bobot buahnya antara 5-7 gram/buah.

1.    Pembibitan
Syarat-syarat tanaman jambu biji dapat tumbuh adalah sebagai berikut:

a)    Tanah
Jambu biji dapat hidup subur di genangan air dalam tanah. Tumbuh di tanah yang mengandung pasir ataupun tanah liat. Tetapi, tumbuhan ini akan tumbuh subur di tanah yang banyak mengandung bahan organis. Curah hujan yang tinggi merupakan faktor yang dapat meningkatkan produksi buah. Jambu biji dapat tumbuh leluasa di pinggir pantai yang panas atau di pegunungan yang hawanya sejuk dan nyaman.

b)    Iklim
Tanaman jambu biji cocok dengan iklim yang ada di Indonesia. Curah hujan yang tinggi membantu penyuburan di daerah yang air tanahnya dalam. Kecukupan air tanah dapat diganti dengan pengairan.

c)    Pengairan
Pengairan sangat membantu jambu biji untuk mempertahankan mutu dan kualitasnya produkasinya. Irigasi sangat membantu tumbuhan jambu dalam pertumbuhan.

d)    Ketinggian tempat
Ketinggian tanah lebih dari 1.100 m di atas permukaan alut, tanaman jambu tumbuh. Rasa dan aromanya masih tetap baik. Kualitas dagingnya yang tebal.

4
Angin mempengaruhi pertumbuhan tanaman ini dan juga membantu dalam pembuahan.
Beberapa faktor yang memepengaruhi perkembangbiakkan bibit jambu, atara lain:

1)      Penentuan lokasi tanaman
Penentuan lokasi sangat diperlukan karena emnentukan tingkat keberhasilan pembibitan tanaman. Tempat pembibitan harus memenuhi persyaratan, antara lain:
a)    Sumber air
Sumber air sebaiknya tidak jauh dengan lokasi pembibitan agar mudah dalam pengairan. Tidak tercemar oleh limbah yang dapat menimbulkan keracunan.
b)    Kondisi tanah
Tanah yang harus gembur dan subur. Kondisi tanah seperti ini sangat baik untuk pembibitan.
c)    Bebas dari gangguan hewan pengganggu
Hewan pengganggu dapat dihindari dengan cara membuat pagar di sekeliling lahan pembibitan. Hewan yang biasa mengganggu, antara lain kambing, ayam, dan sapi.
d)    Tempat teduh
Tempat teduh berfungsi menahan angin, terik matahari, dan hujan. Lahan pembibitan perlu terjaga di tempat yang teduh. Lahan pembibitan sebaiknya masih cukup terkena matahari. Tempat peneduhan berupa pepohonan atau peneduh buatan.

2)      Pembuatan bak atau media pembibitan
Bak pembibitan dibuat dengan panjang 4m, lebar 1,5m, dan tinggi sekitar 25-30cm. Dibuat dari batu bata yang disusun dengan semen dan pasir. Pasir hitam diletakkan pada permukaan denagn ketebalan 10cm. Media tanam harus bebas dari rumput pengganggu. Bak tidak boleh terkena becek.
5
3)      Pemilihan pohon induk
Pemilihan pohon induk perlu diperhatikan karena bibit unggul didapat dari pohon induk yang unggul. Tanaman induk yang unggul memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
ü  Memiliki batang yang kuatdan kokoh
ü  Kualitas menghasilkan buahnya baik
ü  Tahan terhadap hama dan penyakit
ü  Sudah tiga kali berproduksi secar terus-menerus
4)      Penyemaian biji
Campuran untuk media semai adalah kompos matang, pasir hitam, dan tanah subur. Media semai yang sudah siap, kemudian biji yang sudah kering dimasukkan ke dalam kantong tanam. Biji dapat tumbuh sekitar 20-30 hari.
Perkembangbiakkan secara vegetatif dilakukan dengan memperbanyak tanaman melalui bagian tubuh tanaman.
Keuntungan perkembangbiakkan secar vegetatif, diantaranya:
ü  Tanaman lebih cepat besar, misalnya mencangkok dari tanaman yang kualitasnya baik dan cepat besar.
ü  Keturunan menghasilkan buah yang sama dengan induknya.
ü  Akan lebih cepat berbuah.
Adapun kekurangan perkembangbiakkan ini adalah tanaman induk menjadi rusak. Berikut ini cara perkembangbiakkan secara vegetatif.
1.      Cangkok
Pencangkokan dilakukan dengan mengambil bagian tertentu dari induk pilihan. Cara mencangkok memiliki kelebihan diantaranya sebagai berikut.
a.    Tanaman cepat berbuah
b.    Cara pembuatannya mudah dan sederhana
c.    Menghasilkan keturunan yang memiliki sifat yang sama dengan induknya
d.    Tingkat keberhasilan lebih besar
6
Bahan yang digunakan dalam mencangkok, misalnya pisau, plastik, dan gunting. Berikut cara mencangkok tanaman jambu.
a)    Cari dan pililah cabang yang sudah cukup umur atau kira-kira sebesar pensil. Panjang batang 30-40cm dan berdiameter 1,5cm.
b)    Kupaslah kulit selebar 2cm dengan pisau.
c)    Tunggu sampai lendir mengering atau dapat juga dikerok.
d)    Setelah satu hari, tutup kupasan batang dengan campuran kompos, tanah, dan pasir. Tutuplah campuran tersebut dengan plastik, kemudian ikat balutannya pada tiap ujungnya.
e)    Lubangi balutan plastik dengan paku atau lidi. Bertujuan agar udara dan air hujan dapat keluar masuk dari dalam cangkokan.
f)     Lakukan penyiraman secara rutin.
g)    Ciri-ciri cangkokan yang sudah siap dipotong adalah akar cangkokan berwarna coklat.
h)   Saat pemotongan yang paling baik adalah jika cabang yang dicangkok tidak mengeluarkan pucuk baru.
i)     Hasil cangkokan yang telah dipotong, disiram dan diletakkan di tempat yang teduh dan lembab.
j)      Hasil cangkokan disimpan selama kurang lebih 3-4 bulan. Setelah bibit
cangkokan tumbuh kuat dan baik, dapat di tanam di kebun.
2.      Okulasi
Okulasi adalah perkembangbiakkan dengan cara menempel dari induk yang kualitasnya baik. Tanaman yang akan diokulasi sebaiknya berumur diatas 15-18 bulan sebagai tanaman pokok.
Berikut ini cara okulasi tanaman jambu.
a)    Carilah batang yang sebesar kelingking orang dewasa dan kulitnya sudah mudah mengelupas.
b)    Carilah cabang yang akan diambil matanya, 10-15 hari sebelumnya pucuk dan daunnya dipotong.
c)    Setelah muncul, potong cabang untuk diambil mata tempel atau mata tunasnya.
7
d)    Kupaslah kulit batang pada tanaman pokok selebar 1,5cm dan setinggi 10cm dari tanah.
e)    Tempelkan mata tunas dengan sedikit masuk. Pastikan mata tempel jangan tertutup oleh plastik karena untuk tempat tumbuhnya tunas.
f)     Hasil okulasi dapat dilepas talinay setelah mata tempel hidup dan kuat, yaitu kurang lebih 3-4 minggu.
g)    Setelah itu, potong tanaman pokok di atas mata tempel yang hidup.
h)   Masukkan kedalam media tanam setelah bibit agak besar. Media tanam terdiri ats tanah, pupuk kandang, dan sekam padi.
i)     Bibit siap ditanam di ekbun setelah berumur antara 1,5-2 tahun.

3.      Sambung pucuk
Cabang yang digunakan dapat dipilih dari tanaman induk yang diinginkan. Berikut cara sambung pucuk tanaman jambu.
a)      Pililah batang yang sudah cukup umur. Batang yang dipilih sebaiknya berwarna kecoklatan.
b)     Carilah tempat yang teduh pada waktu proses penyambungan.
c)      Sebaiknya, tanaman induk tidak sedang berbunag atau berbuah.
d)     Potonglah batang yang akan disambung sepanajng 8cm, kemudian lancipkan sepanjang 1cm dari tanaman induk.
e)      Potonglah bagian bawah, kemudian belah dengan hati-hati.
f)      Setelah itu, sambungkan kedua batang dan ikatlah sambungan denagn plastik.
Proses pembuatan sambunagn pucuk sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan. Bibit sambungan dapat ditanam dikebun setelah berumur 6-8 bulan.
4.      Setek batang
Sebaiknya, penyetekan dilakukan saat musim hujan. Berikut ini cara setek batang tanaman jambu biji.

8
a.    Pililah batang yang tidak terlalu muda dan tua serta berwarna coklat.
b.    Bungkuslah hasil potongan dengan koran yang telah dibasahi air. Selanjutnya, ikat supaya kelembapannya terjaga.
c.    Potong batang setek sepanjang 10cm.
d.    Rendamlah potongan batang setek dengan cairan hormon perangsang tumbuhan atau sering disebut IBA.
e.    Pelembapan dilakukan dengan cara menyiram bak tanam dengan air secukupnya.
f.     Batang setek akan tumbuh kuat dan baik selama 3-5 bulan. Selanjutnya, pindahkan setek ke plastik kantong.
g.    Setek batang dapat ditanam dikebun setelah berumur 12-15 bulan.

2.    Pemeliharaan dan Perawatan
Pemeliharaan dan perawatan bibit baru yang diperlukan diantaranya sebagai berikut.
1)    Penyiraman
Penyiraman bibit dilakukan dua kali sehari agar media tanam bibit tetap lembab.
2)    Penyiangan
Rumput yang tumbuh harus dicabut agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit.                                                                                     Sampah harus dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit.
3)    Pemupukan
Pemupukan dilakukan dua minggu sekali. Pemupukan dilakukan saat pagi hari.
4)    Pengendalian hama dan penyakit
Sebaiknya, penyemprotan dilakukan saat pagi hari.

3.    Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang menyerang tanaman jambu biji.

9
a.    Ulat bulu
Ulat bulu merupakan hama pemakan daun jambu biji. Kebersihan kebun harus terjaga untuk mencegah datangnya ulat bulu. Setiap minggu tanaman perlu dilakukan pengamatan.
b.    Ulat jengkal
Ulat jengkal menyerang bunga yang amsih kuncup dan buah. Setiap minggu dilakukan pengamatan untuk mencegah serangan ulat jengkal.
c.    Belalang
Belalang memakan daun jambu biji. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu. Selain itu, hasil buah berkurang dan kualitasnya kurang baik.
d.    Tikus
Gejala serangan dari hama tikus, antara lain buahnya tidak utuh dan berlubang besar. Apabila populasi tikus meningkat akan menyebabkan hasil produksi akan berkurang. Cara umum dilakukan, yaitu membunuh tikus dengan cara membongkar lubangnya.
e.    Ulat daun
Serangan pada hama ini ditandai dengan banyaknya daun yang rusak dan tidak utuh. Hal tersebut mengakibatkan produksi berkurang dan pertumbuhan tanaman terganggu. Cara pengendalian serangan hama ini, yaitu dengan menyemprotkan cairan pembasmi hama.
f.     Penggerek buah
Gejala serangan pada hama itu terlihat kotoran pada permukaan kulit jambu biji dan buah berlubang. Pembasmian hama penggerek buah dilakukan dengan penyemprotkan cairan pembasmi hama. Penyemprotan dilakukan seminggu sekali dan dilakukan pada pagi hari.
g.    Kumbang
Gejala serangan kumbang membuat daun jambu biji berlubang dan rusak. Untuk mengendalikan serangan hama dilakukan penyemprotan cairan pembasmi hama. Dilakukan waktu pagi hari selama satu minggu sekali.
10
h.    Rayap tanah
Gejala yang dihasilkan rayap biasanya ranting mengering, daun menguning. Pencegahan hama dapat dilakukan dengan cara mengocorkan cairan pembasmi hama.

Cara pengocoran dilakukan dengan menggali tanah sedalam 10-20cm
i.      Musang
Menyerang tanaman dengan memakan buah yang sudah matang. Pengendalian hama dilakukan dengan perangkap. Perangkap dibuat dengan umpan beracun.
4.    Panen dan pascapanen
Ciri-ciri buah yang siap dipanen, yaitu aromanya harum, rasanya manis, dagingnya lunak, dan warna buah kuning kehijauan. Buah-bauh disimpan sekitar 4-5 minggu. Cara pengemasan dan penataan sebagai berikut.
1)    Lapisi kemasan dengan tisu satu per satu
2)    Peti sebaiknya berkapasitas antara 30-60 kg/kemasan
3)    Alas peti dilapisi kertas koran atau potongan kertas agar terhindar dari benturan diperjalanan.
Tanaman jambu bisa ditanam di dalam pot. Keuntungan penanaman jambu biji dalam pot.
1)    Mudah dibuahkan
2)    Penggunaan air, pupuk, dan tenaga sangat efisien
3)    Tidak membutuhkan tempat yang luas
4)    Bentuk tanaman pendek sehingga pemeliharaannya mudah
5)    Dapat dipindahkan sesuai keinginan
6)    Sebagai tanaman penghias
Syarat bibit yang ditanam di dalam pot, yaitu:
ü  Memiliki cabang yang baik
ü  Umurnya sekitar 1,5 tahun
ü  Apabila dari cangkokan, bibit yang digunakan berumur 6 bulan.
11
5.    Pemanfaatan Jambu Biji
Jambu biji dapat diolah menjadi beberapa produk hasil olahan. Adapun cara pembuatan produk tersebut sebagai berikut.
1.    Sirop jambu biji
Bahan:
§  Buah jambu biji matang....................5 kg
§  Gula pasir..........................................1,8 kg
§  Asam sitrat........................................30 gram

Cara membuatnya:
·         Cucilah buah hingga bersih
·         Hancurkanlah daging buah dengan blender
·         Tambahkan gula pasir dan asam sitrat, kemudian masak kira-kira 30 menit sampai mendidih
·         Setelah matang, angkat dan diinginkan sejenak
·         Saringlah sirop yang telah masak kedalam botol yang bersih
·         Kukuslah botol untuk membunuh kuman penyakit selama 30 menit
2.    Selai Jambu Biji
Bahan:
§  Gula pasir.............................................................1 kg
§  Asam sitrat...........................................................3 gram
§  Air bersih..............................................................secukupnya
§  Buah jambu biji yang sudah matang.....................2 kg
Cara pembuatan:
1)    Kupaslah kulitnya
2)    Masukkan potongan buah kedalam panci berisi 2 gelas air
3)    Masukkan gula dan asam sitrat di dalam air mendidih
4)    Apabila telah masak, angkat dan aduk pelan-pelan untuk menghilangkan busa
12
5)    Masukkan ke dalam botol ketika panas, kemudian diinginkan

3.    Manisan jambu biji
Bahan:
§  Jambu biji mengkal.......................1 kg
§  Gula pasir......................................500 gram/liter air
§  Larutan garam...............................400 gram/liter air
§  Larutan tawas................................2 gram/liter air
§  Larutan kapur................................10 gram/liter air
Cara pembuatan:
1)    Bersihkan jambu biji dengan air hingga bersih
2)    Potonglah buah dengan ukuran potongan yang disesuaikan
3)    Rendamlah potongan buah dalam larutan kapur dan tawas selama satu jam
4)    Kemudian rendamlah dalam larutan garam selama 12-24 jam
5)    Rendam potongan buah dalam larutan gula yang telah disaring selama 24-48 jam dan tiriskan kembali
6)    Tiriskan dan keringkan denagn cara angin-anginkan atau menggunakan oven
7)    Kemaslah agar buah bersih dan awet

Jambu biji banyak dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati beberapa penyakit, diantaranya sebagi berikut.
1)    Penyakit kulit
Ø  Bahan:
Daun jambu biji segar............500 gram
Ø  Cara pembuatan:
Potong daun jambu, kemudian rebus dengan air secukupnya selama 20 menit.
Ø  Cara pemakaian:
Gunakan air rebusan untuk mandi pada saat masih hangat.
13
2)    Sariawan
Ø  Bahan:
Daun sirih...................................1 lembar
Daun saga....................................1 genggam
Daun jambu biji muda...............2 lembar
Ø  Cara pembuatan:
Tumbuk semua sampai halus dan tambahkan sedikit air.
Ø  Cara pemakaian:
Gunakan air perasan untuk kumur-kumur sebanyak 3 kali sehari
3)    Luka bakar
Kunyahlah 3 pucuk jambu biji sampai lembut dan tempelkan pada bagian yang luka.
4)    Demam berdarah
Ø  Bahan:
Jambu biji matang...........3 buah
Ø  Cara pembuatan:
Cuci jambu biji sampai bersih, kemudian diblender sampai halus.
14
Ø  Cara pemakaian:
Minumlah jus sebanyak tiga kali sehari sampai penyakit demam berdarah sembuh.
5)    Gusi bengak
Ø  Bahan:
Garam...............................secukupnya
Daun jambu biji................300 gram
Ø  Cara pembuatan:
Irislah daun, kemudian direbus dengan 4 gelas air mendidih. Setelah itu, tambahkan garam secukupnya.

14
Ø  Cara pemakaian:
Air rebusan untuk kumur-kumur secara rutin setelah selesai makan atau sebelum tidur.
6)    Diabetes
Ø  Bahan:
buah jambu biji yang sudah matang..............100 gram
Ø  Cara pembuatan:
Blender buah, kemudian disaring
Ø  Cara pemakaian:
Minum jus sebanyak tiga kali sehari.

7)    Biang keringat
Ø  Bahan:
Buah jambu biji.......500 gram
Ø  Cara pembuatan:
Rebus buah dengan air sampai cairan mengental.
Ø  Cara pemakaian:
Oleskan cairan ke bagian tubuh yang sakit.
8)    Diare
Ø  Bahan:
Daun jambu biji............15 lembar
Garam...........................1/2 sendok makan
Ø  Cara pembuatan:
Bersihkan daun jambu biji kemudian rebuslah samapi mendidih dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah itu saringlah dan kemudian masukkan garam.
Ø  Cara pemakaian:
Minum air tersebut secara rutin sampai sembuh.




15
V. PENILAIAN
1)    Kelebihan Buku
Buku yang berjudul ”Mari Menanam Jambu”. Karangan A.Faizin, S.Si dengan diterbitkan oleh CV Satubuku Jakarta. Memiliki kelebihan tersendiri. kelebihan-kelebihan buku ini antara lain :
1.    Bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan dipahami oleh pembaca.
2.    Pembahasannya lengkap.
3.    Gambar sampul sangat menarik.
2)    Kekurangan Buku
Buku yang berjudul “Mari Menanam Jambu” yang disusun oleh A.Faizin,S.Si. Selain memiliki kelebihan buku ini juga memiliki kekurangan. Adapun kekurangan tersebut yaitu:
a)    kertasnya memakai kulitas yang kurang baik
b)    gambar tidak berwarna
c)    tidak terdapat daftar indeks dan glosarium
3)    Kesimpulan
Buku yang berjudul “Mari Menanam Jambu” disusun oleh A.Faizin,S.Si. Berisikan tentang cara pemeliharaan jambu yaitu penyiraman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit. Adapun cara pemeliharaan dan perawatan tanaman jambu biji yaitu penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.
Buku ini sangat bermanfaat karena banyak memberikan pengetahuan tentang pengolahan tanaman jambu, antara lain sari buah, jeli,sirop,selai,dan masih banyak lagi. Jambu ini bisa juga dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit, diantaranya sebagai berikut penyakit kulit, sariawan, demam berdarah, diabetes, biang keringat, diare, dan masih banyak lagi.
Buku ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Secara umum kelebihan buku yang berjudul “Mari Menanam Jambu” ini adalah
16
bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan dipahami oleh pembaca, pembahasannya lengakap, gambar sampul sangat menarik. Sedangkan kekurangan dari buku ini kertasnya memakai kulitas yang kurang baik, gambar tidak berwarna, tidak terdapat daftar indeks dan glosarium
Dari analisis yang dilakukan dapat disimpulkan buku ini layak dibaca untuk kalangan umum bagi pemula yang ingin menanam jambu karena buku ini memberikan pedoman dengan aturan yang baik dan benar.
4)    Saran
Buku yang berjudul “Mari Menanam Jambu” karangan A. Faizin,S.Si. Agar buku “Mari Menanam Jambu” lebih diminati pembaca sebaiknya:
1.    Dicetak dengan kertas  yang berkulitasnya baik agar tidak mudah rusak dan tahan lama.
2.    Uraian materi disertai  gambar yang menarik dan berwarna
3.    Dicantumkan daftar indeks dan glosarium











17