RESENSI BUKU
MARI MENANAM JAMBU OLEH A. FAIZIN, S.Si
(Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia Bimbingan Ibu Fatmawati,M.Pd.)
Oleh : Elsa
Febrianti
Kelas :
IX.4
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 4 KOTA BENGKULU
Tahun Pelajaran 2014/2015
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
wr.wb
Puji
dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT.Yang telah memberikan kekuatan,
rahmat, dan karunianya. Sehingga penulis dapat menulis resensi.
Resensi
ini berisi Resensi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran
Bahasa Indonesia bimbingan Ibu Fatmawati, M.Pd.
Penyusun
resensi ini tidak akan selesai tanpa bantuan berbagai pihak. Oleh sebab itu
penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu
Fatmawati, M.Pd selaku guru pembibing mata pelajaran Bahasa Indonesia yang
telah membimbing penulis selama menyelesaikan resensi ini.
2. Kedua
orang tua yang telah memberikan motivasi dan dorongan sehingga saya mampu
menyelesaikan tugas ini.
3. Dan
teman-teman seperjuangan sebagai inspirasi penulis.
penulis menyadari resensi buku ini masih jauh
dari sempurna untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan
demi kesempurnan di masa mendatang.
Semoga resensi buku ini dapat bermanfaat bagi
dunia pendidikan khususnya bagi pembelajaran. Amin.
Penulis
ii
Daftar
Isi
Halaman
judul...............................................................................................................i
Kata
pengantar.............................................................................................................ii
Daftar
isi......................................................................................................................iii
Ulasan
buku.................................................................................................................1
I. Keadaan
fisik.........................................................................................................1
II. Isi
buku..................................................................................................................1
III.
Segi Kebahasaan..................................................................................................2
IV. Sistematika
1. Mengenal
Tanaman Jambu..............................................................................2
2. Pembibitan........................................................................................................4
3. Pemeliharaan
dan Perawatan...........................................................................9
4. Pengendalian
Hama dan Penyakit....................................................................9
5. Panen
dan Pascapanen..................................................................................11
6. Pemanfaatan
Jambu Biji.................................................................................12
V.
Penilaian..............................................................................................................16
a. Kelebihan......................................................................................................16
b. Kekurangan...................................................................................................16
c.
Kesimpulan...................................................................................................16
d. Saran-saran..................................................................................................17
iii
RESENSI
BUKU
I. KEADAAN FISIK BUKU
1. Judul
Buku : Mari Menanam Jambu
2. Penyusun : A. Faizin, S.Si
3. Penerbit : CV Satubuku Jakarta
4. Tahun
Terbit : 2007
5. Gambar
Sampul : buah jambu biji
6. Tebal
Buku : 75 halaman
7. Kertas : buku ini dicetak pada
kertas yang kulitasnya cukup baik
II. ISI BUKU
Buku yang berjudul “Mari Menanam Jambu”
yang disusun oleh A.Faizin,S.Si ini berisi tentang cara pemeliharaan jambu
yaitu penyiraman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit. Adapun
cara pemeliharaan dan perawatan tanaman jambu biji yaitu penyiraman, penyiangan,
pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.
Syarat-syarat
tanaman jambu biji dapat tumbuh sebgai berikut.
1. 1. Tanah:
Tumbuhan akan tumbuh subur di tanah yang banyak mengandung bahan organis.
2. 2. Iklim:
Iklim yang cocok pada tanaman Jambu Biji yang ada di indonesia.
3. 3. Pengairan:
Pengairan sangat menbantu Jambu Biji untuk mempertahankan mutu dan kualitas
produkasinya.
4. 4. Ketinggian
tempat: Ketinggian tanah lebih dari 1.100 m di atas permukaan laut, tanaman
jambu dapat tumbuh.
Tanaman
jambu dapat dimanfaatkan menjadi beberapa hasil olahan, antara lain sari buah,
jeli,sirop,selai,dan masih banyak lagi. Jambu ini bisa juga dimanfaatkan untuk
mencegah dan mengobati berbagai penyakit, diantaranya sebagai berikut penyakit
kulit,sariawan,demam berdarah,diabetes,biang keringat,diare, dan masih banyak
lagi.
III. SEGI KEBAHASAAN
Buku ini disajikan dalam Bahasa Indonesia
yang baik sehingga pembaca dapat memahami maksud penulis tersebut. Di buku ini
tidak terdapat istilah-istilah latin
atau bahasa latin.
IV.SISTEMATIKA
Isi buku ini disusun tidak
berdasarkan BAB, tetapi berdasarkan bagian 1-6. Adapun bagian-bagian tersebut:
1.
Mengenal Tanaman Jambu
Jambu biji berasal dari benua Amerika yang beriklim
tropis, yaitu Amerika Serikat, Bolivia,
dan Peru. Tanaman ini banyak manfaatnya. Tanaman ini bermanfaat untuk obat dan
aneka jenis minuman segar. Tinggi tanaman jambu sekitar 2,5-10 meter. Bentuk
buah jambu dapat dibagi ke dalam dua golongan, yaitu berbentuk bulat dan
lonjong. Kulit buah berwarna hijau saat muda dan kuning muda saat matang.
Daging buah pada umumnya berwarna putih biasa, putih susu, merah muda, dan
merah tua. Buah yang sudah masak dagingnya lunak dan mudah rusak serta
membusuk.
Ada
beberapa jenis jambu biji yang dikenal masyarakat,antara lain:
a. 1. Jambu biji kecil
Jenis jambu ini cocok sebgai tanaman buah dalam pot
karena penampilannya yang unik dan indah. Ciri-ciri jenis jambu ini antara lain
ukuran daun kecil warna daun hijau tua dengan bentuk bundar panjang. Kulit buah
berwarna hijau muda mnegilap dan dagingnya berwarna putih dengan jumlah biji
banyak.
b. 2. Jambu
biji bangkok
Jambu biji ini berasal dari Bangkok, Thailand. Buahnya
berukuran besar, daging buah tebal berwarna putih, dan bijinya sedikit. Tanaman
jenis jambu bangkok berukurn pendek dan berbuah lebat.
a. 3. Jambu biji susu
Bentuk buah jambu biji susu bulat dan meruncing di bagian
dekat tangkai buah. Daging buahnya berwarna putih seperti susu. Warna daunnya
hijau tua dan mengandung banyak biji.
b. 4. Jambu biji merah getas
Jambu biji merah getas hasil persilangan antara jambu
pasar minggu dengan jambu biji bangkok. Daging buahnya merah tebal, berasa
manis, harum, dan segar. Buahnya memiliki ukuran yang cukup besar, yaitu 400
gram per buah. Jambu ini dapat meningkatkan trombosit darah bagi para penderita
demam berdarah.
c. 5. Jambu biji pasar minggu
Jambu biji pasar minggu memilirki bobot buah sekitar
150-200 gram/buah. Bentuk buahnya agak lonjong. Kulit buahnya berwarna hijau
kekuningan dengan permukaan yang halus.
d. 6. Jambu biji khemer
Jambu biji khemer memiliki bobot sekitar 350 gram/buah.
Buahnya berbentuk bulat panjang dan melancip di bagian tangkainya. Daging bauh
berwarna merah.
e. 7. Jambu biji australia
Daunnya berbentuk bundar memanjang sekitar 12-13cm dan
lebar 6-7cm. Jambu biji australia memiliki ciri unik, yaitu batang, daun, dan
buahnya berwarna merah tua.
f. 8. Jambu biji sukun
Jambu ini tidak memiliki biji. Buah berbentuk bundar bertekstur
keras, padat, tebal, dan daging buah berwarna putih. a.
Jambu biji brasil
Memiliki ukuran buah yang kecil dan berwarna kemerahan.
Daunnya berbentuk kipas, berwarna hijau mengkilap, dan letaknya saling
berhadapan. Bobot buahnya antara 5-7 gram/buah.
1. Pembibitan
Syarat-syarat tanaman jambu biji dapat tumbuh adalah
sebagai berikut:
a) Tanah
Jambu
biji dapat hidup subur di genangan air dalam tanah. Tumbuh di tanah yang
mengandung pasir ataupun tanah liat. Tetapi, tumbuhan ini akan tumbuh subur di
tanah yang banyak mengandung bahan organis. Curah hujan yang tinggi merupakan
faktor yang dapat meningkatkan produksi buah. Jambu biji dapat tumbuh leluasa
di pinggir pantai yang panas atau di pegunungan yang hawanya sejuk dan nyaman.
b) Iklim
Tanaman
jambu biji cocok dengan iklim yang ada di Indonesia. Curah hujan yang tinggi
membantu penyuburan di daerah yang air tanahnya dalam. Kecukupan air tanah
dapat diganti dengan pengairan.
c) Pengairan
Pengairan
sangat membantu jambu biji untuk mempertahankan mutu dan kualitasnya
produkasinya. Irigasi sangat membantu tumbuhan jambu dalam pertumbuhan.
d) Ketinggian
tempat
Ketinggian
tanah lebih dari 1.100 m di atas permukaan alut, tanaman jambu tumbuh. Rasa dan
aromanya masih tetap baik. Kualitas dagingnya yang tebal.
4
Angin
mempengaruhi pertumbuhan tanaman ini dan juga membantu dalam pembuahan.
Beberapa
faktor yang memepengaruhi perkembangbiakkan bibit jambu, atara lain:
1) Penentuan
lokasi tanaman
Penentuan
lokasi sangat diperlukan karena emnentukan tingkat keberhasilan pembibitan
tanaman. Tempat pembibitan harus memenuhi persyaratan, antara lain:
a) Sumber
air
Sumber
air sebaiknya tidak jauh dengan lokasi pembibitan agar mudah dalam pengairan.
Tidak tercemar oleh limbah yang dapat menimbulkan keracunan.
b) Kondisi
tanah
Tanah
yang harus gembur dan subur. Kondisi tanah seperti ini sangat baik untuk
pembibitan.
c) Bebas
dari gangguan hewan pengganggu
Hewan
pengganggu dapat dihindari dengan cara membuat pagar di sekeliling lahan
pembibitan. Hewan yang biasa mengganggu, antara lain kambing, ayam, dan sapi.
d) Tempat
teduh
Tempat
teduh berfungsi menahan angin, terik matahari, dan hujan. Lahan pembibitan
perlu terjaga di tempat yang teduh. Lahan pembibitan sebaiknya masih cukup
terkena matahari. Tempat peneduhan berupa pepohonan atau peneduh buatan.
2) Pembuatan
bak atau media pembibitan
Bak
pembibitan dibuat dengan panjang 4m, lebar 1,5m, dan tinggi sekitar 25-30cm.
Dibuat dari batu bata yang disusun dengan semen dan pasir. Pasir hitam diletakkan
pada permukaan denagn ketebalan 10cm. Media tanam harus bebas dari rumput
pengganggu. Bak tidak boleh terkena becek.
5
3) Pemilihan
pohon induk
Pemilihan
pohon induk perlu diperhatikan karena bibit unggul didapat dari pohon induk
yang unggul. Tanaman induk yang unggul memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
ü Memiliki
batang yang kuatdan kokoh
ü Kualitas
menghasilkan buahnya baik
ü Tahan
terhadap hama dan penyakit
ü Sudah
tiga kali berproduksi secar terus-menerus
4) Penyemaian
biji
Campuran untuk media
semai adalah kompos matang, pasir hitam, dan tanah subur. Media semai yang
sudah siap, kemudian biji yang sudah kering dimasukkan ke dalam kantong tanam.
Biji dapat tumbuh sekitar 20-30 hari.
Perkembangbiakkan
secara vegetatif dilakukan dengan memperbanyak tanaman melalui bagian tubuh
tanaman.
Keuntungan
perkembangbiakkan secar vegetatif, diantaranya:
ü Tanaman
lebih cepat besar, misalnya mencangkok dari tanaman yang kualitasnya baik dan
cepat besar.
ü Keturunan
menghasilkan buah yang sama dengan induknya.
ü Akan
lebih cepat berbuah.
Adapun
kekurangan perkembangbiakkan ini adalah tanaman induk menjadi rusak. Berikut
ini cara perkembangbiakkan secara vegetatif.
1. Cangkok
Pencangkokan dilakukan dengan mengambil bagian tertentu
dari induk pilihan. Cara mencangkok memiliki kelebihan diantaranya sebagai
berikut.
a. Tanaman
cepat berbuah
b. Cara
pembuatannya mudah dan sederhana
c. Menghasilkan
keturunan yang memiliki sifat yang sama dengan induknya
d. Tingkat
keberhasilan lebih besar
6
Bahan
yang digunakan dalam mencangkok, misalnya pisau, plastik, dan gunting. Berikut
cara mencangkok tanaman jambu.
a) Cari
dan pililah cabang yang sudah cukup umur atau kira-kira sebesar pensil. Panjang
batang 30-40cm dan berdiameter 1,5cm.
b) Kupaslah
kulit selebar 2cm dengan pisau.
c) Tunggu
sampai lendir mengering atau dapat juga dikerok.
d) Setelah
satu hari, tutup kupasan batang dengan campuran kompos, tanah, dan pasir.
Tutuplah campuran tersebut dengan plastik, kemudian ikat balutannya pada tiap
ujungnya.
e) Lubangi
balutan plastik dengan paku atau lidi. Bertujuan agar udara dan air hujan dapat
keluar masuk dari dalam cangkokan.
f) Lakukan
penyiraman secara rutin.
g) Ciri-ciri
cangkokan yang sudah siap dipotong adalah akar cangkokan berwarna coklat.
h) Saat
pemotongan yang paling baik adalah jika cabang yang dicangkok tidak
mengeluarkan pucuk baru.
i) Hasil
cangkokan yang telah dipotong, disiram dan diletakkan di tempat yang teduh dan
lembab.
j) Hasil
cangkokan disimpan selama kurang lebih 3-4 bulan. Setelah bibit
cangkokan tumbuh kuat dan
baik, dapat di tanam di kebun.
2. Okulasi
Okulasi adalah perkembangbiakkan dengan cara menempel
dari induk yang kualitasnya baik. Tanaman yang akan diokulasi sebaiknya berumur
diatas 15-18 bulan sebagai tanaman pokok.
Berikut ini cara okulasi tanaman jambu.
a) Carilah
batang yang sebesar kelingking orang dewasa dan kulitnya sudah mudah
mengelupas.
b) Carilah
cabang yang akan diambil matanya, 10-15 hari sebelumnya pucuk dan daunnya
dipotong.
c) Setelah
muncul, potong cabang untuk diambil mata tempel atau mata tunasnya.
7
d) Kupaslah
kulit batang pada tanaman pokok selebar 1,5cm dan setinggi 10cm dari tanah.
e) Tempelkan
mata tunas dengan sedikit masuk. Pastikan mata tempel jangan tertutup oleh
plastik karena untuk tempat tumbuhnya tunas.
f) Hasil
okulasi dapat dilepas talinay setelah mata tempel hidup dan kuat, yaitu kurang
lebih 3-4 minggu.
g) Setelah
itu, potong tanaman pokok di atas mata tempel yang hidup.
h) Masukkan
kedalam media tanam setelah bibit agak besar. Media tanam terdiri ats tanah,
pupuk kandang, dan sekam padi.
i) Bibit
siap ditanam di ekbun setelah berumur antara 1,5-2 tahun.
3. Sambung
pucuk
Cabang yang digunakan dapat dipilih dari tanaman induk
yang diinginkan. Berikut cara sambung pucuk tanaman jambu.
a)
Pililah batang yang sudah cukup umur. Batang
yang dipilih sebaiknya berwarna kecoklatan.
b)
Carilah tempat yang teduh pada waktu proses
penyambungan.
c)
Sebaiknya, tanaman induk tidak sedang
berbunag atau berbuah.
d)
Potonglah batang yang akan disambung
sepanajng 8cm, kemudian lancipkan sepanjang 1cm dari tanaman induk.
e)
Potonglah bagian bawah, kemudian belah dengan
hati-hati.
f)
Setelah itu, sambungkan kedua batang dan
ikatlah sambungan denagn plastik.
Proses
pembuatan sambunagn pucuk sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan. Bibit
sambungan dapat ditanam dikebun setelah berumur 6-8 bulan.
4. Setek
batang
Sebaiknya, penyetekan dilakukan saat musim hujan. Berikut
ini cara setek batang tanaman jambu biji.
8
a. Pililah
batang yang tidak terlalu muda dan tua serta berwarna coklat.
b. Bungkuslah
hasil potongan dengan koran yang telah dibasahi air. Selanjutnya, ikat supaya
kelembapannya terjaga.
c. Potong
batang setek sepanjang 10cm.
d. Rendamlah
potongan batang setek dengan cairan hormon perangsang tumbuhan atau sering
disebut IBA.
e. Pelembapan
dilakukan dengan cara menyiram bak tanam dengan air secukupnya.
f. Batang
setek akan tumbuh kuat dan baik selama 3-5 bulan. Selanjutnya, pindahkan setek
ke plastik kantong.
g. Setek
batang dapat ditanam dikebun setelah berumur 12-15 bulan.
2.
Pemeliharaan dan Perawatan
Pemeliharaan
dan perawatan bibit baru yang diperlukan diantaranya sebagai berikut.
1) Penyiraman
Penyiraman bibit dilakukan
dua kali sehari agar media tanam bibit tetap lembab.
2) Penyiangan
Rumput yang tumbuh harus dicabut agar tidak
mengganggu pertumbuhan bibit. Sampah
harus dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit.
3) Pemupukan
Pemupukan dilakukan dua
minggu sekali. Pemupukan dilakukan saat pagi hari.
4) Pengendalian
hama dan penyakit
Sebaiknya, penyemprotan dilakukan saat pagi
hari.
3.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang menyerang tanaman jambu biji.
9
a. Ulat
bulu
Ulat
bulu merupakan hama pemakan daun jambu biji. Kebersihan kebun harus terjaga
untuk mencegah datangnya ulat bulu. Setiap minggu tanaman perlu dilakukan
pengamatan.
b. Ulat
jengkal
Ulat
jengkal menyerang bunga yang amsih kuncup dan buah. Setiap minggu dilakukan
pengamatan untuk mencegah serangan ulat jengkal.
c. Belalang
Belalang
memakan daun jambu biji. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu.
Selain itu, hasil buah berkurang dan kualitasnya kurang baik.
d. Tikus
Gejala
serangan dari hama tikus, antara lain buahnya tidak utuh dan berlubang besar.
Apabila populasi tikus meningkat akan menyebabkan hasil produksi akan
berkurang. Cara umum dilakukan, yaitu membunuh tikus dengan cara membongkar
lubangnya.
e. Ulat
daun
Serangan
pada hama ini ditandai dengan banyaknya daun yang rusak dan tidak utuh. Hal
tersebut mengakibatkan produksi berkurang dan pertumbuhan tanaman terganggu.
Cara pengendalian serangan hama ini, yaitu dengan menyemprotkan cairan pembasmi
hama.
f. Penggerek
buah
Gejala
serangan pada hama itu terlihat kotoran pada permukaan kulit jambu biji dan
buah berlubang. Pembasmian hama penggerek buah dilakukan dengan penyemprotkan
cairan pembasmi hama. Penyemprotan dilakukan seminggu sekali dan dilakukan pada
pagi hari.
g. Kumbang
Gejala
serangan kumbang membuat daun jambu biji berlubang dan rusak. Untuk
mengendalikan serangan hama dilakukan penyemprotan cairan pembasmi hama.
Dilakukan waktu pagi hari selama satu minggu sekali.
10
h. Rayap
tanah
Gejala
yang dihasilkan rayap biasanya ranting mengering, daun menguning. Pencegahan
hama dapat dilakukan dengan cara mengocorkan cairan pembasmi hama.
Cara
pengocoran dilakukan dengan menggali tanah sedalam 10-20cm
i. Musang
Menyerang
tanaman dengan memakan buah yang sudah matang. Pengendalian hama dilakukan
dengan perangkap. Perangkap dibuat dengan umpan beracun.
4. Panen
dan pascapanen
Ciri-ciri buah yang siap dipanen, yaitu aromanya harum,
rasanya manis, dagingnya lunak, dan warna buah kuning kehijauan. Buah-bauh
disimpan sekitar 4-5 minggu. Cara pengemasan dan penataan sebagai berikut.
1) Lapisi
kemasan dengan tisu satu per satu
2) Peti
sebaiknya berkapasitas antara 30-60 kg/kemasan
3) Alas
peti dilapisi kertas koran atau potongan kertas agar terhindar dari benturan
diperjalanan.
Tanaman jambu bisa ditanam di dalam pot.
Keuntungan penanaman jambu biji dalam pot.
1) Mudah
dibuahkan
2) Penggunaan
air, pupuk, dan tenaga sangat efisien
3) Tidak
membutuhkan tempat yang luas
4) Bentuk
tanaman pendek sehingga pemeliharaannya mudah
5) Dapat
dipindahkan sesuai keinginan
6) Sebagai
tanaman penghias
Syarat bibit yang ditanam di dalam pot,
yaitu:
ü Memiliki
cabang yang baik
ü Umurnya
sekitar 1,5 tahun
ü Apabila
dari cangkokan, bibit yang digunakan berumur 6 bulan.
11
5.
Pemanfaatan Jambu Biji
Jambu
biji dapat diolah menjadi beberapa produk hasil olahan. Adapun cara pembuatan
produk tersebut sebagai berikut.
1.
Sirop jambu biji
Bahan:
§ Buah
jambu biji matang....................5 kg
§ Gula
pasir..........................................1,8 kg
§ Asam
sitrat........................................30 gram
Cara membuatnya:
·
Cucilah buah hingga bersih
·
Hancurkanlah daging buah dengan blender
·
Tambahkan gula pasir dan asam sitrat,
kemudian masak kira-kira 30 menit sampai mendidih
·
Setelah matang, angkat dan diinginkan sejenak
·
Saringlah sirop yang telah masak kedalam
botol yang bersih
·
Kukuslah botol untuk membunuh kuman penyakit
selama 30 menit
2.
Selai Jambu Biji
Bahan:
§ Gula
pasir.............................................................1 kg
§ Asam
sitrat...........................................................3 gram
§ Air bersih..............................................................secukupnya
§ Buah
jambu biji yang sudah matang.....................2 kg
Cara
pembuatan:
1) Kupaslah
kulitnya
2) Masukkan
potongan buah kedalam panci berisi 2 gelas air
3) Masukkan
gula dan asam sitrat di dalam air mendidih
4) Apabila
telah masak, angkat dan aduk pelan-pelan untuk menghilangkan busa
12
5) Masukkan
ke dalam botol ketika panas, kemudian diinginkan
3.
Manisan jambu biji
Bahan:
§ Jambu
biji mengkal.......................1 kg
§ Gula
pasir......................................500 gram/liter air
§ Larutan
garam...............................400 gram/liter air
§ Larutan
tawas................................2 gram/liter air
§ Larutan
kapur................................10 gram/liter air
Cara pembuatan:
1) Bersihkan
jambu biji dengan air hingga bersih
2) Potonglah
buah dengan ukuran potongan yang disesuaikan
3) Rendamlah
potongan buah dalam larutan kapur dan tawas selama satu jam
4) Kemudian
rendamlah dalam larutan garam selama 12-24 jam
5) Rendam
potongan buah dalam larutan gula yang telah disaring selama 24-48 jam dan
tiriskan kembali
6) Tiriskan
dan keringkan denagn cara angin-anginkan atau menggunakan oven
7) Kemaslah
agar buah bersih dan awet
Jambu
biji banyak dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati beberapa penyakit,
diantaranya sebagi berikut.
1) Penyakit
kulit
Ø Bahan:
Daun jambu biji segar............500 gram
Ø Cara
pembuatan:
Potong daun jambu, kemudian
rebus dengan air secukupnya selama 20 menit.
Ø Cara
pemakaian:
Gunakan air rebusan untuk mandi pada saat masih hangat.
13
2) Sariawan
Ø Bahan:
Daun
sirih...................................1 lembar
Daun
saga....................................1 genggam
Daun jambu biji muda...............2 lembar
Ø Cara
pembuatan:
Tumbuk semua sampai halus
dan tambahkan sedikit air.
Ø Cara
pemakaian:
Gunakan air perasan untuk kumur-kumur
sebanyak 3 kali sehari
3) Luka
bakar
Kunyahlah
3 pucuk jambu biji sampai lembut dan tempelkan pada bagian yang luka.
4) Demam
berdarah
Ø Bahan:
Jambu biji
matang...........3 buah
Ø Cara
pembuatan:
Cuci jambu biji sampai
bersih, kemudian diblender sampai halus.
14
Ø Cara
pemakaian:
Minumlah jus sebanyak tiga
kali sehari sampai penyakit demam berdarah sembuh.
5) Gusi
bengak
Ø Bahan:
Garam...............................secukupnya
Daun jambu biji................300 gram
Ø Cara
pembuatan:
Irislah daun, kemudian
direbus dengan 4 gelas air mendidih. Setelah itu, tambahkan garam secukupnya.
14
Ø Cara
pemakaian:
Air rebusan untuk
kumur-kumur secara rutin setelah selesai makan atau sebelum tidur.
6) Diabetes
Ø Bahan:
buah jambu biji yang sudah matang..............100 gram
Ø Cara
pembuatan:
Blender buah, kemudian disaring
Ø Cara
pemakaian:
Minum jus sebanyak tiga kali sehari.
7) Biang
keringat
Ø Bahan:
Buah jambu biji.......500
gram
Ø Cara
pembuatan:
Rebus buah dengan air sampai
cairan mengental.
Ø Cara
pemakaian:
Oleskan cairan ke bagian
tubuh yang sakit.
8) Diare
Ø Bahan:
Daun jambu
biji............15 lembar
Garam...........................1/2
sendok makan
Ø Cara
pembuatan:
Bersihkan daun jambu biji
kemudian rebuslah samapi mendidih dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah
itu saringlah dan kemudian masukkan garam.
Ø Cara
pemakaian:
Minum air tersebut secara
rutin sampai sembuh.
15
V.
PENILAIAN
1) Kelebihan
Buku
Buku yang berjudul ”Mari
Menanam Jambu”. Karangan A.Faizin, S.Si dengan diterbitkan oleh CV Satubuku
Jakarta. Memiliki kelebihan tersendiri. kelebihan-kelebihan buku ini antara
lain :
1.
Bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan
dipahami oleh pembaca.
2.
Pembahasannya lengkap.
3.
Gambar sampul sangat menarik.
2) Kekurangan
Buku
Buku yang berjudul “Mari Menanam Jambu” yang disusun oleh
A.Faizin,S.Si. Selain memiliki kelebihan buku ini juga memiliki kekurangan.
Adapun kekurangan tersebut yaitu:
a) kertasnya
memakai kulitas yang kurang baik
b) gambar
tidak berwarna
c) tidak
terdapat daftar indeks dan glosarium
3) Kesimpulan
Buku yang berjudul “Mari Menanam Jambu” disusun
oleh A.Faizin,S.Si. Berisikan tentang cara pemeliharaan jambu yaitu penyiraman,
penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit. Adapun cara pemeliharaan
dan perawatan tanaman jambu biji yaitu penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan
pengendalian hama dan penyakit.
Buku ini sangat bermanfaat karena banyak
memberikan pengetahuan tentang pengolahan tanaman jambu, antara lain sari buah,
jeli,sirop,selai,dan masih banyak lagi. Jambu ini bisa juga dimanfaatkan untuk
mencegah dan mengobati berbagai penyakit, diantaranya sebagai berikut penyakit
kulit, sariawan, demam berdarah, diabetes, biang keringat, diare, dan masih
banyak lagi.
Buku ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
Secara umum kelebihan buku yang berjudul “Mari Menanam Jambu” ini adalah
16
bahasa
yang digunakan mudah dimengerti dan dipahami oleh pembaca, pembahasannya
lengakap, gambar sampul sangat menarik. Sedangkan kekurangan dari buku ini
kertasnya memakai kulitas yang kurang baik, gambar tidak berwarna, tidak
terdapat daftar indeks dan glosarium
Dari analisis yang dilakukan dapat
disimpulkan buku ini layak dibaca untuk kalangan umum bagi pemula yang ingin
menanam jambu karena buku ini memberikan pedoman dengan aturan yang baik dan
benar.
4) Saran
Buku yang berjudul “Mari Menanam Jambu” karangan A.
Faizin,S.Si. Agar buku “Mari Menanam Jambu” lebih diminati pembaca sebaiknya:
1. Dicetak
dengan kertas yang berkulitasnya baik
agar tidak mudah rusak dan tahan lama.
2. Uraian
materi disertai gambar yang menarik dan
berwarna
3. Dicantumkan
daftar indeks dan glosarium
17











